DEMO YANG KREATIF BANGET! Juni 3, 2008
Posted by putra in Uncategorized.Tags: demo, KREATIF, UNAS
trackback
“BEBASKAN kawan kami…! Bebaskan kawan kami..!” Suara itu terus terdengar berulang-ulang dari penggeras suara kelompok mahasiswa Univesitas Nasional (Unas) Jakarta yang menggelar aksi menginap di depan Mapolres Jakarta Selatan bersama para orang tua mahasiswa, Sabtu sore (31/5).
Namun dari kelompok mahasiswa itu tidak ada yang terlihat memegang mikrophone untuk meniarakan yel-yel tuntutan itu. Mereka terlihat santai-santai duduk-duduk berkelompok di luar tenda. Ada yang duduk di atas karpet, di atas motor yang di parkir, dan ada yang di trotoar.
Lalu siapa yang berorasi meneriakan pembebasan para mahasiswa Unas yang ditahan di tahanan Polres Jakarta Selatan? Usut punya usut, suara itu ternyata hanya berasal dari pita kaset. Para mahasiswa itu merekam tuntutan mereka ke dalam kaset, kemudian diputar ulang. Persis seperti tukang jamu di pasar- pasar tradisional atau penjual rot kelilingi, dan penjual susu keliling, saat menawarkan dagangannya. Mereka juga hanya memutar pita kaset. Apakah mahasiswa Unas ini meniru tukang jamu?
Tidak ada jawaban pasti. Namun yang jelas, hari Sabtu kemarin adalah sudah hari ketiga para mahasiswa Unas menginap di depan Mapolres Jakarta Selatan. Itu belum kalau ditambah dengan waktu demo-demo yang digelar sebelumnya. Sementara teriakan yang disuarakan tetap sama, yakni pembebasan teman-temannya yang telah satu minggu ditahan.
Sehingga, pilihan praktis merekam suara seperti tukang jamu atau tukang roti menjadi pilihan mahasiswa Unas. Dengan rekaman itu, teriakan tuntutan pembebasan 31 mahasiswa Unas yang masih ditahan tidak pernah berhenti. Dan mahasiswa bersama orang tua mahasiswa yang melakukan aksi, bisa sedikit santai, tidak bosan untuk teriak pada hal yang sama, terus menerus.
Para mahasiswa dan orang tua itu meneguhkan tekadnya untuk tetap bertahan bermalam di depan Mapolres sampai teman-temannya di bebaskan. Bahkan ketika Purek III Bidang Kemahasiswaan Unas, Eko Purwanto, dan Kepala Biro Hubungan Antar Lembaga Unas, Alwi A Sadar, meminta mahasiswa mengakhiri aksinya tersebut, tidak digubris.
Pihak mahasiswa justru menyatakan menyesalkan sikap rektorat Unas tersebut. Mereka menilai hibauan itu telah menodai perasaan mahasiswa yang berjuang demi bebasnya teman-temannya. “Kita menyesalkan himbauan Purek, itu jelas mengecewakan perjuangan kami,” ujar salah seorang mahasiswa. (Persda Network/Sugiyarto.kompas.com)
hmm..Demo yang kreatif, buat menghidarkan bosan dan serak tenggorokan hehehe. keep kreatif fren!