jump to navigation

SEDIKIT MERENUNG DAN BERDO’A Mei 24, 2008

Posted by putra in opini.
Tags: , , , ,
trackback

Jum’at, 23 mei 2008 hari yang sangat menyedihkan bagi rakyat Indonesia, pada hari itu presiden Republik Indonesia menaikkan harga bahan bakar minyak 28,7%, bagaimana saya tidak sedih mendengar hal itu, saat ini kondisi perekonomian kita sedang kacau, masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah kaum miskin, pemerintah malah menaikan harga BBM yang semakin memberatkan masyarakat Indonesia, mungkin akan datang suatu masa dimana yang miskin akan semakin melarat, dan yang sederhana akan menjadi miskin.

Mungkin dulu masyarakat kita hanya dengan menjual tahu dan tempe, mereka masih hidup dengan tenang. Tapi sekarang, entahlah apa yang terjadi. Uang hasil jualan habis untuk membayar ongkos angkot, sewa lapak, dll malah terkadang uangnya kurang. lalu kalau sudah begini,dari mana mereka bisa makan?bagaimana mereka harus bertahan hidup? apakah mereka harus jadi pengemis?(subhanallah….)

Saya harap pemerintah kita yang “Terhormat” harus lebih jeli melihat keadaan masyarakatnya!! banyak saat ini masyarakat yang hidupnya jauh dibawah garis kemiskinan, anak-anak tidak bisa sekolah, banyak dari mereka yang tidak bisa makan selayaknya seorang manusia. saya sangat tersentuh dengan tulisan kang abik di harian seputar indonesia. “sebuah harian di jawa timur menulis berita tentang seorang anak pintar dari magetan bernama Teguh Miswadi (11 tahun) yang bunuh diri karena kelaparan. Ceritanya, siang itu selasa 19/02/2008, pak guru Sujarwo (45 tahun), kembali mendapatkan Teguh Miswadi salah seorang murid pintarnya dua hari tidak masuk sekolah. pak guru Sujarwo bergegas hendak menjenguk muridnya itu, khawatir sakit maag Teguh kambuh, dan dia ingin membawanya ke puskesmas. namun, tiba di rumah Teguh yang tinggal bersama neneknya di desa pupus, kecamatan lembeyan, magetan, Sujarwo terkejut bukan kepalang. Disebuah kamar yang tak terkunci di rumah setengah kayu dan setengah bambu itu, sujarwo melihat siswa kesayangannya tergantung kaku. seutas tali tampar biru menjerat lehernya. Teguh sudah tak bernyawa. Ia bunuh diri. Menurut Sujarwo, sangat mungkin karena tidak tahan sakit yang menyerang perutnya, dan tidak ada lagi yang bisa dia mintai pertolongan, ia nekat mengakhiri hidupnya. maag itu sering membuatnya mengerang, penyakit ini seharusnya di lawan dengan makan teratur dan bergizi. Tapi, justru itulah yang tak didapatkannya. Beberapa tetangga membenarkan Teguh hanya makan sekali sehari. Kondisi Teguh yang tinggal hanya berdua dengan neneknya yang renta dan buta, memang sangat memprihatinkan. Siswa kelas 5SDN pupus 02 ini sering mengeluh sakit perut. Betapa tersiksanya Teguh yang hanya bisa makan sekali dalam sehari. Bahkan sebelum meregang nyawa, dia diduga sangat kesakitan. Ini terlihat dari tas sekolah, buku-buku, sepatu, serta seagam sekolah yang ada di bawahnya berantakan. Teguh Miswadi, anak pintar itu meninggal dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Ia anak pintar dan berbakat sebagaimana diakui gurunya. Dan bangsa ini telah kehilangan salah satu tunas terbaiknya dengan memprihatinkan.” akankah bakal terjadi lagi apa yang telah dialami oleh Teguh ditengah himpitan ekonomi yang semakin sulit???

Ya Allah….Ya Tuhan….kami bangsa Indonesia sudah Ikhtiar kepadamu…dan kami serahkan semuanya kepada-Mu yang maha mengetahui, sudahkanlah ujian-Mu yang kau berikan kepada kami………. amien…

 

Komentar»

1. saya - Mei 24, 2008

guys this is true story…..